DINAMIKA OPINI PUBLIK


Menurut Redi Panuju ada beberapa factor yang menyebabkan dinamika opini public :

  1. Factor Psikologis

Perbedaan berdasarkan factor psikologis yang menyebabkan pemaknaan terhadap kenyataan yang sama bisa menghasilkan penyandian yang berbeda – beda atau bisa saja output tidak sama dengan input. Perbedaan kemungkinan bisa mencair karena hancurnya kepercayaan public terhadap isu, bisa juga menyempit atau melebar karena ada kecenderungan gejala “ hiper-realitas”1 dalam komunikasi.

  1. Factor Sosiologis Politik

Ada anggapan bahwa opini public terlibat dalam interaksi social, misalnya pada :

  1. Saat mewakili citra superioritas, yaitu barang siapa menguasai opini public, maka ia akan mengendalikan orang lain.
  2. Opini public mewakili suatu kejadian, sehingga individu merasa keberadaannya dalam opini public serta keterlibatan sebagai bagian anggota masyarakat.
  3. Opini public berhubungan dengan citra, rencana dan operasi.
  4. Opini public disesuaikan dengan kemauan banyak orang. Untuk itu, orang memanfaatkan opini public sebagai alasan untuk memutuskan sesuatu.
  5. Opini public identik dengan hegemoni ideology.
  6. Factor Budaya

Nilai – nilai yang terhimpun dalam system budaya dari masing – masing daerah oleh individunya digunakan menjadi identitas sosialnya. Dalam masyarakat Indonesia masing – masging kelompok budaya sudah dibekali nilai – nilai toleransi sehingga perbedaan – perbedaan hanya terkumpul dalam opini public, tetapi tidak meledak dalam konflik terbuka.

  1. Factor Media Massa

Interaksi antara media massa dengan institusi masyarakat menghasilkan isi media. Oleh audiens, isi media diubah menjadi gugusan – gugusan makna, apakah yang dihasilkan dari proses penyandian pesan itu sangat ditentukan oleh norma – norma yang berlaku dalam masyarakatnya, pengalaman yang berlalu, kepribadian dan selektivitas dalam penafsiran.

Menurut Bernard Hennessy, bahasa yang baku dalam komunikasi adalah kata – kata lisan atau tulisan – tulisan, melalui hubungan antara jaringan komunikasi yang besar dan kecil, dan dengan pemilik opini mengenai isu kepentingan umum / public. Jaringan komunikasi yang paling sederhana terdiri dari dua orang yang saling bertukar tanda yang memiliki arti. Hubungan antara dua orang tersebut menginformasikan opini masing – masing. Jaringan dua orang ini mempunyai pengaruhnya langsung yang cukup kuat dan struktur dasar yang lebih rumit.

Ciri – ciri kelompok primer dan sekunder.

Kelompok Primer :                                                    Kelompok Sekunder

1. Kerjasama dan persatuan;                                  1. Tidak saling mengenali;

2. Tatap muka yang akrab;                                                 2. Bukan tatap muka dan tidak akrab

3. Komunikasi yang berulang – ulang;                           3. Jumlahnya banyak.

4. Jumlahnya sedikit.                                                            4. Komunikasi massa

Selain komunikasi, naluri dan belajar tanpa bantuan melalui pengalaman perorangan dapat menghasilkan sikap dan pandangan mengenai suatu persoalan. Orang dapat mengubah dan membentuk opini mngenai suatu isu masyarakat tanpa suatu komunikasi dengan pihak lain, dengan cara pengamatan langsung yang dapat menambah, memperkuat atau memperlemah arti informasi yang dikomunikasikan.

Tujuan dasar dari public relations adalaha membentuk atau mempengaruhi opini public. Ditinjau dari segi public relations, opini public menurut Santoso Sastropoetro dapat didefinisikan sebagai “apa yang dipikirkan sekelompok orang secara kolektif tentang sesuatu yang bersifat controversial “  atau “hasil pemikiran sekelompok orang secara kolektif tentang suatu hal yang bersifat controversial”.

Opini public dapat berbeda – beda karena :

  1. Perbedaan pandangan terhadap fakta;
  2. Perbedaan perkiraan tentang cara – cara terbaik untuk mencapai tujuan;
  3. Perbedaan motif yang serupa guna mencapai tujuan.

Ada 4 pokok yang harus dilihat sebelum menilai opini public :

  1. Difusi, yaitu apakah opini yng timbul merupakan suara terbanyak, akibat adanya kepentingan golongan;
  2. Persistence, yaitu kepastian atau ketetapan tentang masa berlangsungnya isu karena disamping itu opini pun perlu diperhitungkan;
  3. Intensitas, yaitu ketajaman terhadap isu;
  4. Reasonableness,yaitu pertimbangan – pertimbangan yang tepat dan beralasan.

Herbert Blumer mengemukakan ciri – ciri publik :

  1. Dihadapkan kepada suatu isu,
  2. Terlibat dalam diskusi mengenai isu,
  3. Mengenai perbedaan opini dalam mengatasi isu.

 

Menurut Nurudin Opini publik timbul meliputi 2 sebab, yaitu :

  1. Opini publik yang tidak direncanakan, opini ini tidak mempunyai tujuan dan target tertentu. Muncul secara alamiah dan juga tidak memerlukan media penyalur yang efektif.
  2. Opini publik yang direncanakan memiliki keorganisasian, media dan target menjadi sasaran yang jelas. Isu muncul untuk mempengaruhi opini publik yang ada dimasyarakat.

Opini publik terbentuk karena adanya aktivitas komunikasi yang bertujuan mempengaruhi orang lain atau pihak lain. Opini publik mempunyai beberapa kekuatan yang harus diperhatikan :

  1. Opini publik dapat menjadi suatu hukum social terhadap orang atau sekelompok orang dalam bentuk rasa malu, rasa dikucilkan, rasa dijauhi, rasa rendah diri, dan lain – lain.
  2. Opini publik sebagai pendukung bagi keberlangsungan berlakunya norma  sopan santun dan susila, baik antara yang tua dan yang muda atau yang muda dengan sesamanya.
  3. Opini publik dapat mempertahankan eksistensi suatu lembaga atau juga menghancurkan suatu lembaga institusi.
  4. Opini publik dapat mempetahankan dan menghancurkan kebudayaan.
  5. Opini publik dapat pula melestarikan norma social.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s